😄 "Jangan Pilih Saya Jadi Ketua Tapak Suci!" Candaan Prof. Abdul Mu'ti Pecahkah Suasana Muktamar XVI

SEMARANG – Suasana Sidang Pleno Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) mendadak penuh tawa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu'ti, membuka sambutannya dengan kalimat yang langsung disambut gelak peserta.

"Jangan pilih saya sebagai pimpinan Tapak Suci. Saya cuma bisa salam dan hormat Tapak Suci."


Candaan itu langsung menghangatkan ribuan peserta yang memenuhi arena muktamar. Apalagi beliau melanjutkan dengan gaya khasnya,

"Saya ini pendekar kehormatan... pendek dan kekar."

Tepuk tangan dan tawa pun menggema di ruangan. Namun setelah suasana cair, Prof. Mu'ti mulai menyampaikan pesan-pesan yang penuh makna tentang masa depan Tapak Suci.

Bukan Sekadar Bela Diri, Tapi Jalan Dakwah

Menurut Prof. Mu'ti, Tapak Suci bukan hanya mengajarkan jurus dan teknik bertanding. Lebih dari itu, Tapak Suci adalah ujung tombak dakwah Muhammadiyah di bidang olahraga bela diri.

Menariknya lagi, dakwah Tapak Suci mampu menembus berbagai batas. Bukan hanya lintas daerah atau lintas budaya, tetapi juga lintas negara dan lintas agama.

Beliau bahkan mencontohkan perkembangan Tapak Suci di Belanda, berbagai negara Eropa, hingga Mesir, tempat Tapak Suci berkembang sangat pesat.

Mesir Lagi Jatuh Cinta dengan Tapak Suci

Salah satu kisah yang menarik perhatian peserta adalah perkembangan Tapak Suci di Mesir.

Prof. Mu'ti mengungkapkan bahwa Tapak Suci telah diakui sebagai salah satu bela diri resmi di Mesir. Bahkan, sekitar 80 persen anggotanya merupakan warga asli Mesir.

Hal ini menjadi bukti bahwa dakwah melalui olahraga jauh lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

"Berdakwah itu tidak harus selalu lewat mimbar. Lewat olahraga pun nilai-nilai Islam bisa sampai kepada masyarakat."

Tak heran jika para duta besar Indonesia di berbagai negara ikut aktif memperkenalkan Tapak Suci sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

Pendekar Sejati Itu Akhlaknya Hebat

Prof. Mu'ti mengingatkan bahwa kekuatan seorang pendekar tidak hanya diukur dari pukulan atau tendangannya.

Yang paling utama adalah karakter dan akhlaknya.

Beliau kembali mengajak seluruh peserta menghayati semboyan Tapak Suci yang sangat dikenal:

"Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat. Tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah."

Menurutnya, inilah yang membedakan Tapak Suci dengan banyak perguruan bela diri lainnya. Tapak Suci membangun fisik, mental, akhlak, sekaligus peradaban.

Lawan "Mager", Ajak Anak Bergerak

Dalam sambutannya, Prof. Mu'ti juga menyoroti tantangan generasi muda saat ini.

Fenomena mager (malas gerak), meningkatnya gangguan psikologis, kecemasan, hingga persoalan moral menjadi tantangan serius.

Karena itu, olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup sejak usia dini.

Beliau bahkan mendorong agar anak-anak sudah dikenalkan Tapak Suci sejak Taman Kanak-Kanak, tentunya dengan pendekatan yang menyenangkan.

"Kalau sejak kecil sudah senang bergerak, fisiknya kuat, mentalnya juga akan tumbuh kuat."

Tapak Suci Jadi Jalan Prestasi

Menurut Prof. Mu'ti, latihan Tapak Suci juga membuka banyak peluang masa depan.

Prestasi olahraga kini menjadi salah satu jalur penerimaan peserta didik baru, bahkan bisa menjadi modal berkarier di berbagai bidang.

Beliau berbagi pengalaman ketika membina Tapak Suci di tingkat ranting. Salah seorang kader binaannya berhasil diterima di Akademi Kepolisian (Akpol) berkat kemampuan dan prestasi yang dimiliki.

Artinya, Tapak Suci bukan hanya tempat belajar bela diri, tetapi juga menjadi wadah membangun masa depan generasi muda.

Olahraga, Olah Rasa, Olah Pikir

Prof. Mu'ti mengajak seluruh kader Tapak Suci menjadi generasi yang sehat secara utuh.

Bukan hanya olahraga, tetapi juga olah rasa dan olah pikir.

Beliau mengaitkan hal tersebut dengan program 7 Kebiasaan Anak Hebat, yaitu:

  • bangun pagi,

  • beribadah,

  • berolahraga,

  • makan bergizi,

  • bermasyarakat,

  • rajin belajar,

  • dan tidur tepat waktu.

Menurutnya, jika kebiasaan ini dibangun sejak dini, Indonesia akan memiliki generasi yang tangguh secara jasmani, rohani, dan intelektual.

Dari Arena Latihan untuk Peradaban Dunia

Menutup arahannya, Prof. Mu'ti mengajak seluruh peserta menjadikan Muktamar XVI sebagai momentum memperkuat Tapak Suci agar semakin maju, modern, dan mendunia.

Beliau berharap Tapak Suci terus menjadi duta Muhammadiyah di arena olahraga internasional, sekaligus ikut mendorong pencak silat menuju panggung Olimpiade.

Suasana penutupan pun terasa khidmat ketika ribuan peserta bersama-sama mengucapkan semboyan kebanggaan Tapak Suci:

"Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah."

Kalimat sederhana itu seolah menjadi pengingat bahwa pendekar sejati bukan hanya kuat saat bertanding, tetapi juga kuat dalam menjaga iman, akhlak, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Suprapto, S.H, M.M, P.Ka
Ketua Pimda 070 TSPM kabupaten Kendal, Jawa Tengah 
----------------------------------------------------------------------- Apakah Anda peduli dan ingin membantu ber-donasi untuk dakwah Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah? Kami persilahkan transfer ke Rekening BNI nomor 1348865236 an. Tapak Suci Kendal Setelah transfer mohon berkenan untuk konfirmasi ke Whatsupp 08112558881 ------------------------------------------------------------------- Do you care and want to help by donating to the Tapak Suci Putera Muhammadiyah Islamic outreach program? We invite you to transfer funds to BNI account number 1348865236 in the name of Tapak Suci Kendal. After transferring, please confirm via WhatsApp at +628112558881.

Komentar