E-Voting Muktamar XVI Tapak Suci Rampung, Inilah 9 Formatur Terpilih yang Bakal Menentukan Nahkoda Baru!
SEMARANG – Momen paling menegangkan dalam Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) akhirnya tuntas. Setelah melalui proses pemilihan secara elektronik (e-voting) yang berlangsung tertib, transparan, dan modern, peserta muktamar resmi menetapkan 9 Formatur Terpilih dari total 27 calon formatur.
Ratusan pasang mata tertuju ke layar hasil perolehan suara. Suasana ruang sidang sempat hening menanti hasil akhir, sebelum tepuk tangan riuh mengiringi pengumuman nama-nama yang memperoleh amanah dari peserta muktamar.
Sebanyak 528 pemilih yang terdiri dari unsur Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, dan Pimpinan Daerah Tapak Suci menggunakan hak suaranya melalui sistem e-voting, menandai komitmen Tapak Suci dalam menerapkan tata kelola organisasi yang semakin modern, efektif, dan akuntabel.
Dari proses demokrasi tersebut, terpilih 9 Formatur yang selanjutnya akan memegang peran sangat strategis. Mereka bukan hanya menjadi simbol kepercayaan peserta muktamar, tetapi juga akan bermusyawarah untuk menyusun kepengurusan Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah periode 2026–2031, termasuk menentukan Ketua Umum yang akan memimpin organisasi selama lima tahun ke depan.
🏅 Inilah 9 Formatur Terpilih Muktamar XVI Tapak Suci
M. Afnan Hadikusumo
Rony Syaifullah
M. Shiddiq
Jazim Ahmad
M. Wafid Agung N.
Abas Akbar
M. Sasmito
Mus Suherman
Wiwoho Aji Santoso
Terpilihnya sembilan tokoh tersebut menjadi awal dari babak baru perjalanan Tapak Suci. Tugas mereka tidak ringan. Selain menyusun kepengurusan baru, mereka juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan organisasi, memperkuat kaderisasi, meningkatkan prestasi olahraga, serta memperluas dakwah Tapak Suci hingga ke tingkat internasional.
Namun, satu pertanyaan besar masih menggantung dan menjadi perbincangan hangat di kalangan peserta muktamar.
Siapa yang akan dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah?
Jawabannya kini berada di tangan 9 formatur terpilih yang akan bermusyawarah untuk menentukan sosok terbaik sebagai nahkoda Tapak Suci lima tahun ke depan.
Muktamar XVI pun membuktikan bahwa Tapak Suci tidak hanya menjaga tradisi musyawarah, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui sistem e-voting, sebagai wujud organisasi yang semakin modern, profesional, transparan, dan mendunia.
Babak pertama telah usai. Babak penentuan Ketua Umum baru saja dimulai. Siapa yang akan memimpin Tapak Suci menuju masa depan? Kita tunggu hasil musyawarah formatur!

Komentar