FORTASI Tapak Suci Bekali Siswa Baru SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo dengan Nilai Keislaman dan Bela Diri
Sukorejo – Sebanyak 330 peserta didik baru SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo mengikuti kegiatan Forum Ta'aruf dan Orientasi (FORTASI) Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) yang diselenggarakan sebagai bagian dari pengenalan budaya sekolah Muhammadiyah.
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, sekaligus memperkenalkan Tapak Suci sebagai seni bela diri resmi Persyarikatan Muhammadiyah yang berlandaskan ajaran Islam.
Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Kepala SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo, Shofiq Ghorbal, S.Pd., M.Pd., berlangsung dengan penuh antusias. Seluruh peserta mengikuti setiap sesi secara aktif, mulai dari penyampaian materi sejarah hingga praktik teknik dasar bela diri Tapak Suci.
Pada sesi pembukaan, para pemateri terdiri dari Pendekar Supangat, Kader Siswadi dan Kader Tukiyo, menyampaikan sejarah berdirinya Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang didirikan sebagai wadah pembinaan generasi muda agar memiliki karakter Islami, berakhlak mulia, disiplin, serta mampu menjaga kesehatan jasmani dan rohani melalui olahraga bela diri. Peserta juga dikenalkan dengan perjalanan perkembangan Tapak Suci yang kini telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Materi berikutnya membahas tradisi dan nilai-nilai luhur Tapak Suci, mulai dari adab berlatih, penghormatan kepada guru dan sesama pesilat, pentingnya kedisiplinan, sportivitas, ukhuwah Islamiyah, hingga semangat dakwah melalui prestasi. Para siswa diajak memahami bahwa Tapak Suci bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga media pembentukan karakter, kepemimpinan, dan akhlakul karimah.
Dalam sesi teknik dasar, pemateri menjelaskan delapan jurus dasar Tapak Suci beserta fungsi dan filosofi gerakannya. Selanjutnya diperkenalkan pula delapan jurus Tapak Suci sebagai rangkaian gerakan yang menjadi fondasi dalam proses pembelajaran bagi setiap kader Tapak Suci. Penjelasan dilakukan secara sistematis sehingga mudah dipahami oleh para peserta didik baru.
Setelah penyampaian teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik delapan jurus dasar yang dipandu langsung oleh para pemateri. Seluruh siswa mengikuti setiap gerakan secara serempak dengan penuh semangat. Praktik ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai teknik dasar, keseimbangan tubuh, koordinasi gerakan, serta ketepatan sikap dalam bela diri Tapak Suci.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah demonstrasi Jurus Lembu yang diperagakan secara langsung oleh Pendekar Supangat P.Ka, dibantu pelatih Bapak Siswadi da Bapak Tukiyo. Dengan gerakan yang tegas, cepat, dan penuh tenaga, beliau memperlihatkan filosofi kekuatan, keteguhan, serta penguasaan teknik yang menjadi ciri khas jurus tersebut. Demonstrasi ini mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta karena menunjukkan keindahan sekaligus efektivitas seni bela diri Tapak Suci.
Kegiatan semakin interaktif ketika para pemateri memperagakan berbagai teknik praktis Tapak Suci, meliputi teknik serangan, tangkisan, elakan, serta aplikasi pembelaan diri yang aman dan terukur. Beberapa siswa juga diberi kesempatan mencoba gerakan tersebut di bawah bimbingan instruktur sehingga suasana menjadi lebih hidup dan edukatif.
Melalui kegiatan FORTASI ini, diharapkan para siswa baru SMK Muhammadiyah 4 Sukorejo semakin mengenal Tapak Suci sebagai bagian penting dari identitas sekolah Muhammadiyah. Selain membangun kemampuan bela diri, Tapak Suci juga menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan semangat berprestasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu menjadi generasi Muhammadiyah yang sehat, tangguh, berakhlak mulia, serta siap mengharumkan nama sekolah melalui prestasi di bidang akademik maupun olahraga bela diri.




Komentar