Kader merupakan aset penting dalam organisasi Tapak Suci. Keberadaan kader tidak hanya menjadi penerus estafet kepemimpinan, tetapi juga motor penggerak dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader menjadi kebutuhan strategis yang harus terus diupayakan.
Dalam perkembangannya, peningkatan kompetensi kader Tapak Suci tidak lagi terbatas pada bidang bela diri semata. Kader juga didorong untuk memiliki keterampilan kewirausahaan, salah satunya melalui sektor pertanian. Hal ini penting mengingat pertanian merupakan sektor fundamental yang menopang ketahanan pangan dan ekonomi nasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan kader Tapak Suci dalam Seminar Tani yang diselenggarakan oleh Sekolah Tani Indonesia bekerja sama dengan Lazismu Kendal. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus inspirasi bagi kader untuk memahami potensi besar sektor pertanian sebagai ladang usaha produktif.
Adapun kader yang mengikuti kegiatan ini antara lain Suprapto, Saeful Amri, Ferry Chafidin, Sibaqul Khoir, dan Abdillah Adil Alfassalam. Partisipasi mereka menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan diri serta kesiapan untuk berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.
Ke depan, diharapkan para kader Tapak Suci mampu menjadi pribadi yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, khususnya dalam bidang budidaya pertanian produktif. Dengan demikian, kader tidak hanya unggul secara fisik dan mental, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan industri nasional serta memperkuat ketahanan ekonomi bangsa.
Komentar