Jumat, 02 Februari 2024

Tawuran, NO!!, Tapak Suci, YES!!



TapakSuciKendal.org. Viral, seorang  remaja berinisial DSS yang jadi korban tawuran di bawah Flyover Pasar ReboJakarta Timur, disebut sudah sadar setelah menjalani perawatan di rumah sakit karena tangannya putus tersabet senjata tajam. Nasib korban berusia 18 tahun yang bercita-cita menjadi polisi itu berada di ujung tanduk. Sebab, dalam waktu dekat DSS disebut bakal menjalani tes masuk Akademi Kepolisian atau Akpol. (Kompas, 1 Feb 2024). Ironis, mengingat remaja ini adalah anak seorang penegak hukum, yang bercita-cita dikemudian hari akan meneruskan jejak pengabdian kedua orang-tuanya.

Miris, Ini sungguh fenomena sosial yang menyedihkan kita semua, dimana ketika pendidikan sedang gencar menekankan pada pembentukan karakter, terjadi kejadian memilukan seperti ini. Ini sebuah kegagalan. Kita tentunya faham bahwa kejadian tidak hanya dilihat dari satu sisi saja, namun juga harus dilihat dari sisi kehidupan keluarga, latar belakang sosial, lingkungan, media dan akar permasalahan sosial lainnya.

Sebagai umat Islam, tentunya kita wajib kembali merujuk kepada Qur’an dan Hadist Nabi SAW. Allah Ta’ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.[at-Tahrîm/66:6]. Perintah ini memberikan makna bahwasanya orang pertama yang bertugas mendidik anak adalah orangtua atau keluarga. Orang tua berkewajiban mengajari anaknya, mengenalkannya kepada jatidiri seorang hamba Allah, mengenalkan anaknya kepada Tuhannya, mengenalkan anaknya pada Nabinya, pada ajaran agamanya, kebaikan dan nilai-nilainya. Jika dia muslim, kenalkan bahwa Islam yang mengajarkan kebaikan, Islam mengajarkan perdamaian, Islam mengajarkan tolong menolong dalam kebaikan, dan Islam melarang tolong menolong dalam kejahatan. Islam mengajarkan akidah yang lurus, mengajarkan akhlaq yang baik dan adab yang santun, termasuk bagaimana berinteraksi dengan sesama manusia dan alam semesta.

Perguruan Tapak Suci memiliki kesempatan yang besar dalam hal pembinaan anak dan remaja. Mengapa remaja sampai tawur? Ini harus di cari penyebabnya. Tidak hanya dilakukan langkah-langkah represif, namun lebih dari itu juga harus dicari akar permasalahnnya. Bisa jadi lingkungannya tidak baik, bisa jadi orang tua lalai mendidik dan mengawasi anaknya. Anak dipenuhi segala keinginannya, namun terlupa utk menanamkan ajaran agama. Seringkali orang tua sibuk, dan menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada lingkungannya, kepada temannya, kepada media sosial, kepada youtube, kepada tontonan yang tidak mendidik. Akibatnya terciptalah pribadi-pribadi yang tidak soleh, apalagi muslih, tapi justru menjelma menjadi pribadi criminal, nauzubillah..

Ini tidak bisa dibiarkan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah adalah sebuah perguruan seni beladiri yang membawa misi syiar dakwah agama Islam, yang mana didalamnya tidak saja diajarkan bagaimana berlatih beladiri, sehingga anak memiliki fisik yang kuat dan terampil, namun juga anak diberikan lingkungan yang baik, akidah yang terjaga, akhlaq dan adab yang santun. Dengan pembekalan tersebut anak akan lebih bisa mengontrol kekuatannya, untuk apa dia belajar beladiri, kapan harus bersabar dan  bagaimana menggunakan keahlian dan kemampuannya agar bermanfaat untuk diri, keluarga, masyarakat, agama dan bangsanya. Tapak Suci sudah dikenal dengan pretasinya, menjadi penyumbang atlet-atlet yang bertanding baik di kancah local sampai internasional. Namun tentunya Tapak Suci juga tidak terlepas dari berbagai macam kekurangan, dan oleh sebab itu keberadaan Tapak Suci dalam syiar dakwah melalui prestasi olahraga pencak silat harus kita bantu dan dukung bersama. Bagaimana caranya? Diantaranya adalah dengan mengikutsertakan ana-anak dilatih di Tapak Suci. Mari antar dan daftarkakn anak, cucu kita untuk berlatih Tapak Suci. Anak dan remaja, kondisi dimana fisiknya sedang kuat-kuatnya, energi sedang besar-besarnya, namun labil pada mental dan spiritualnya, oleh sebab itu perlu diarahkan. Allahualam bissowab.

Salam,
Suprapto
Tapak Suci Kendal, Jawa Tengah